top of page
  • Writer's pictureMia Maria

Tubuh sebagai Guru Terbaik

Seringkali, tubuh ini adalah guru terbaik bagi jiwa.

Segala sakit penyakit timbul di tubuh ini untuk menjadi pengingat dan pelatih bagi perkembangan jiwa kita.

Menggiring kita kembali ke niat jiwa yang murni. Melatih untuk menjadi rendah hati, jujur terhadap diri sendiri dan melepas segala keterikatan dengan ego dan keduniawian.


Baru-baru ini saya terdiagnosa untuk suatu kondisi thyroid, dimana thyroid bagian kiri saya membesar, thyroid kanan lebih kecil dari normal, namun fungsinya apabila dilihat dari hasil darah baik baik saja. Sambil menunggu hasil berbagai macam test, kebetulan bertepatan dengan perjalanan saya kembali ke Melbourne untuk bersama anak2.

And thank God for that, karena Melbourne selalu menjadi tempat terbaik bagi saya untuk refeksi : sebenernya kenapa sih kamu, Mi?


Gejala pertama terdeteksi baru saja di dua minggu yang lalu, pada saat saya sedang bersiap gaspol di dalam role baru saya sebagai direktur eksekutif di sebuah ruang seni besar di Jakarta. Baru saja seminggu dua minggu memulai kerja, tiba2 rem mendadak - emotional, physical dan psychological - it's like it's asking me to re-pose my start.

Sebaiknya hidup kamu harusnya bagaimana dan buat apa sih, Mi?


Kalau melihat dari sisi energetical, thyroid yang terletak di dasar leher/tenggorokan dan terdekat dari organ paru-paru, kita bisa melihatnya dari dua poin :

  • Tenggorokan, yang berkaitan dengan ekspresi.

  • Paru-paru (lungs) yang berkaitan dengan energy kesedihan (grief) kalau dilihat dari sisi TCM (traditonal chinese medicine).

Jadi apa dong yang belum terekspresikan? Dan apa kesedihan apa di dalam diri saya yang belum saya urus?


Tentu semuanya memang ada ... 😄.

Satu hal yang langsung muncul adalah : ya kamu jaim sih, Mi. 😄

(Jaim = jaga image).


Ini akan panjang kalau mau diurai satu persatu. Tapi yang tercepat adalah mulai saat ini saya akan lebih apa adanya.

Nanti janji saya akan lanjut mendalami ini di tulisan2 berikutnya ya.


Lalu tentu, sebagai lulusan kulinari nutrisi, saya langsung melihatnya dari sisi asupan makan dan minum. Setiap makanan dan minuman selain membawa gizi nutrisi, membawa acid/alkali, juga membawa energinya sendiri.

Hal tercepat yang bisa saya lakukan adalah menghentikan semua asupan yang menyebabkan peradangan (acidic), menyeimbangkan asupan energi panas vs dingin, dan meningkatkan kesadaran di setiap waktu makan.


Yang langsung saya singkirkan dari asupan saya adalah : gluten, gula, alkohol, terlalu banyak daging, dan terlalu banyak goitregenic food (untuk goitregenic ini makasi arahannya Dr Yudhi Gejali).


Dan tentu saya selain langsung akupuntur ke Dr Yudhi, langsung jalanin semua test dan langsung addressing urusan ekspresi dan kesedihan 😄.


Seperti yang saya selalu bilang ke klien2 coaching saya : kesembuhan itu harus selalu diusahakan.


To be continued ya.. karena mau tidur lagi dulu. Sleep is also a big key!






4 views0 comments

Recent Posts

See All

Comments


bottom of page